Halaman

Tampilkan postingan dengan label Bawang Merah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bawang Merah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2014

SEKEDAR CERITA….

Konon, pada tahun 1919, wabah flu menyerang dan membunuh sekitar 40 juta orang di Spanyol. Seorang dokter pun mengetuk pintu rumah satu ke pintu rumah yang lain, untuk melihat apakah ada yang bisa ia lakukan guna membantu mengobati para penduduk yang terkena wabah.

Ketika sampai di sebuah rumah yang dihuni oleh sekeluarga petani, Sang Dokter sangat terkejut. Sebab, berbeda dengan rumah-rumah lain yang ia kunjungi, seluruh penghuni di rumah itu mampu bertahan terhadap wabah, dan tidak ada yang menunjukkan gejala terinfeksi serangan flu. Istri petani berkata, ia meletakkan beberapa butir bawang merah yang telah dikupas di setiap ruangan yang ada dirumah. “Bawang merah itulah yang menghindarkan kami dari seranga flu,” katanya.


Dokter itu menyangsikan tutur kata istri petani. “Bagaimana mungkin bawang merah mampu menangkal infeksi virus?” pikirnya. Ia pun meminta salah satu bawang merah yang telah digunakan, untuk dijadikan sebagai sampel dan diperiksa di laboratorium. Ternyata, dokter tersebut menemukan adanya virus flu pada bawang merah yang ia bawa.

Kisah yang belum jelas asal usulnya dan kebenarannya itu beredar semakin luas, melintasi berbagai negara, dan masih dipraktekkan oleh sebagian kalangan hingga kini. Ruri (34 tahun), karyawati asal Bandung, salah satunya. “Kalau teman kantor ada yang terkena flu, saya membawa beberapa butir bawang merah dan meletakkannya di meja kerja. Biasanya sih, saya tidak ketularan.” tuturnya.

#nirmala

Senin, 30 Desember 2013

MANFAAT DAN KHASIAT BAWANG MERAH

BAWANG MERAH
(Allium cepa L.)


Bawang merah sering pula disebut berambang. Umbi lapis berwarna keungu-unguan itu berbau tajam. Tanaman semusim yang tidak berbatang itu daunnya hijau panjang, berbentuk tabung yang ujungnya lancip. Baik umbi maupun daunnya sehari-hari dipakai untuk mengharumkan dan menyedapkan pelbagai makanan. Namun bawang merah juga sering dipakai dalam berbagai ramuan obat tradisional. Orang inggris menyebutnya Shalot.

Suku : Liliaceae

Kandungan & Manfaat : karena mengandung flavonglikosida, ia dianggap anti radang, pembunuh bakteri, sedangkan kandungan saponinnya mengencerkan dahak. Ia juga memiliki sejumlah zat lain yang berkhasiat menurunkan panas, menghangatkan, memudahkan pengeluaran angin dari perut, melancarkan pengeluaran air seni, mencegah penggumpalan darah, menurunkan kolesterol, dan kadar gula dalam darah. Menurut penelitian terakhir, bawang merah juga bisa mencegah kanker karena kandung sulfurnya.

Kegunaan :
1.   Demam pada Anak :
Kupaslah 2 atau 3 bawang merah, cuci dan parut. Ambil 2 sendok makan minyak goring, ½ sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa. Semua dicampur. Digosokkan ke ketiak, punggung dan perut. Kalau panasnya tinggi, gosokkan kepala, ketiak dan semua lipatan badan, juga ke perut, telapak kaki dan bagian-bagian badan yang terasa panas kalau dipegang.

2.   Perut kembung :
Ramuan yang sama dengan diatas, digosokkan ke perut dan sekitarnya. Jika belum kentut, ulangi lagi kira-kira seperempat jam kemudian.

3.   Masuk angin :
5 bawang merah dikupas, dicuci, diparut; 1 sendok makan air larutan kapur sirih (kapur sirihnya cukup seujung kelingking), dicampur. Digosokkan keperut, punggung, tengkuk, dan kaki.

4.   Kerokan :
2 bawang merah dikupas, dicuci, diparut, lalu dicampur dengan 2 sendok makan minyak goring.

5.   Kerokan pada anak :
1 bawang merah dikupas, dicuci, dipotong jadi 2, lalu digosok-gosokkan ke kulit anak, seperti kita sedang mengerok.

6.   Disentri :
3 bawang merah dikupas, ½ cangkir daun patikan cina, dan 5 cm pulasari. Semua dicuci, diiris, ditaruh di mangkuk lalu dikukus kira-kira 1 jam. Disaring dengan kain bersama cairan yang terkumpul di mangkuk. Takaran itu untuk 2 kali minum. Ulangi sampai sembuh.

7.   Hipertensi :
3 bawang merah, dikupas, dicuci, ditelan utuh atau diiris kasar dulu baru dimakan.


8.   Diabetes :
3 bawang merah, 10 buncis, 10 salam dicuci, diiris, direbus dengan ½ gelas air. Saring dan airnya diminum 1 kali sehari. Periksakan gula darah 2 minggu kemudian.

9.   Kutu air/kakirangen :
3 bawang merah dikupas, dicuci, diparut. Campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, lalu didihkan. Hangat-hangat oleskan ke sela-sela jari yang gatal. Kaki hendaknya dicuci dulu dengan air hangat dan dikeringkan. Hindari tempat becek dan kaki basah.

10.   Bisul/luka :
1 bawang merah dikupas, dicuci, diparut, lalu ditempelkan ke bisul/luka.

11.   Payudara bengkak/mastitis :
5 bawang merah dikupas, dicuci dengan air hangat, diparut, ditempelkan ke payudara, tetapi jangan kenak putingnya.

12.   Melancarkan air seni pada anak disertai demam :
Gejala ini biasanya diikuti dengan stuip. Untuk mencegahnya, tempelkan dan balutkan ramuan berikut ini di perut bagian bawah : 5 bawang merah dikupas, dicuci; secangkir peterseli dicuci, seujung kelingking tawas, semua dihaluskan.


#Intisari