Halaman

Rabu, 10 Juli 1996

SEJARAH PENEMUAN TANAMAN OBAT

TAHUN 2.500 SM
Catatan pertama tentang penulisan tanaman obat dan berbagai khasiatnya telah dikumpulkan oleh orang-orang Mesir kuno. Di zaman Mesir kuno (tahun 2500 SM) para budak diberi ransum bawang untuk membantu menghilangkan penyakit demam dan infeksi yang umum terjadi pada masa itu. Pada saat itu, para pendeta Mesir kuno telah melakukan dan mempraktikkan pengobatan herbal.

TAHUN 980 SM
Sejarah tanaman obat di China berlangsung sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika muncul penyembuhan kerapuhan tulang yang diobati dengan tanaman.

Bahkan penyembuhan tertua dalam sejarah telah ditemukan di China, di mana makam seorang bangsawan Han ditemukan untuk menyimpan data medis yang ditulis pada gulungan sutra. Gulungan sutra berisi daftar 247 tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.

TAHUN 466 SM
Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan mengenai pengunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (tahun 466 SM), Theophrastus (tahun 372 SM) dan Pedanios Dioscorides (tahun 100 SM) membuat himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica. Orang-orang Yunani kuno juga telah melakukan pengobatan herbal, mereka menemukan berbagai tanaman obat baru, seperti rosemary dan lavender pada saat mengadakan perjalanan ke berbagai daratan lain.

ABAD KE-15
Di Inggris, penggunaan tanaman obat dikembangkan bersamaan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri. Setiap biara memiliki tanaman obat masing-masing yang digunakan untuk merawat para pendeta maupun penduduk setempat. Pada beberapa daerah, khususnya Wales dan Skotlandia, para penyembuh Celtik menggunakan obat-obatan dalam perayaan agama dan ritul mereka. Pengetahuan tanaman obat semakin berkembang denga terciptanya mesin cetak pada abad ke-15, sehingga penulisan mengenai tanaman-tanaman obat dapat dilakukan.

Sekitar tahun 1630, John Parkinson dari London menulis mengenai tanaman obat dari berbagai tanaman. Kemudian Nicholas Culpepper (1616-1654) dengan karyanya yang paling terkenal yaitu The Complete Herbal and English Physician, Enlarged, diterbitkan pada tahun 1649. Pada tahun 1812, Henry Potter telah memulai bisnisnya menyediakan berbagai tanaman obat dan berdagang lintah. Sejak saat itu banyak sekali pengetahuan tradisional dan cerita rakyat tentang tanaman obat ditemukan mulai dari Inggris, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika, sehingga Potter terdorong untuk menulis kembali bukunya Potter’s Encyclopaedia of Botanical Drug and Preparatians, yang sampai saat inipun masih diterbitkan. Tahun 1864, National Associatio of Medical Herbalis didirikan dengan tujuan mengorganisir pelatihan para praktisi pengobatan secara tradisional, serta mempertahankan standar-standar praktik pengobatan.

ABAD KE-17
Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ratusan tahun yang lalu. Pada pertengahan abad ke-17 seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592-1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusguere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. Van Rheedetot Draakestien (1637-1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus. Pada tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selajtunya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.


#sehat alami.com