Halaman

Minggu, 16 Maret 2014

KHASIAT DAN MANFAAT BROTOWALI

BROTOWALI
(Tinospora crispa Miers.Hook. f.& Thems)


Merupakan tanaman asli Indonesia, tumbuhan liar di hutan, ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar, biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Tanaman merambat ini batangnya berwarna hijau, penuh benjolan, dan mengandung banyak air. Daunnya yang berwarna hijau muda berbentuk jantung, dengan lebar antara 6 – 12 cm. bunganya yang bermahkota dengan 6 warna hijau muda, buahnya juga berwarna hijau.

Brotowali menyebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara, dan India. Rasanya yang pahit dipercaya nenek moyang sanggup melawan penyakit gula, malaria, dan penyakit kuning.

Suku : Menispernaceaea

Kandungan & Manfaat : Zat pahit pikroretin merangsang kerja urat saraf sehingga alat pernafasan bekerja dengan baik dan menggiatkan pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas. Kandungan alkaloid berberina berguna untuk membunuh bakteri pada luka. Selain itu, brotowali juga bermanfaat untuk menambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Pahit, sejuk. Menghilangkan sakit (Analgetik), penurun panas (antipiretik), melancarkan meridian. Antiinlamasi (anti radang) dan hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah).

Kegunaan :
1.   Luka, koreng, kudis :
30 cm batang brotowali berikut daunnya dicuci bersih lalu dipotong masing-masing 5 cm. rebus dengan 6 gelas air selama ½ jam. Setelah agak dingin gunakan untuk membersihkan bagian yang luka. Sementara itu batang daun brotowali ditumbuk halus dan ditempelkan pada luka lalu dibalut dengan perban. Balutan dan ramuan daun ini harus diganti setiap 2 hari sekali.

2.   Gatal-Gatal :
Rebus 20g batang brotowali dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diamkan sampai agak dingin, lalu pakai untuk merendam bagian yang gatal. Lakukan 2 kali sehari.

3.   Menambah nafsu makan :
3 helai daun brotowali, 30g batang brotowali direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum setiap hari 1 gelas.

4.   Malaria :
20 cm batang brotowali berikut daunnya direbus dengan 1 liter air sampai airnya tinggal setengah. Setelah dingin, diminum dengan madu. Ramuan ini untuk diminum 3 kali sehari.

5.   Demam :
Sama dengan resep no. 4.

6.   Hepatitis :
20 cm batang brotowali berikut daunnya direbus dengan 1 liter air sampai airnya tinggal setengah. Menjelang masak, masukkan air perasan 3 jari temulawak yang sudah diparut. Saring. Ramuan ini untuk diminum 3 kali sehari.

7.   Diabetes :
10 cm batang brotowali bersama akar papaya direbus dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, saring dan diamkan sampai agak dingin. Ramuan ini untuk diminum 2 kali sehari.

8.   Rematik :
10 cm batang brotowali  dicuci, dipotong-potong 3 cm. rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring.  Setelah dingin, diminum. Ramuan ini untuk diminum 3 kali sehari.

2 komentar:

  1. Yang butuh bibit atau simplisia brotowali bisa hubungi kami di chasiapro@gmail.com atau 082136712513 Siap kirim ke seluruh Indonesia. @Trims Prabowo JOgja

    BalasHapus
  2. bagi rekan semua yang membutuhkan brotowali kering (simplisia), brotowali bubuk (powder) serta bahan baku herbal/jamu lainnya seperti daun insulin, jahe, kencur, kulit manggis, daun dewa dan lain-lain bisa hubungi Herbadream di 085702118190. terima kasih

    BalasHapus